MAJALENGKA – Setelah menikmati panen padi yang melimpah, warga Desa Sumber Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Majalengka, menggelar tradisi Sedekah Bumi sebagai wujud rasa syukur dan doa agar hasil pertanian tetap subur.
Sejak pagi, warga membawa gunungan berisi hasil bumi seperti padi, sayuran, dan buah-buahan untuk diarak menuju sawah. Acara dilanjutkan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat.
Kepala Desa Usi Sanusi menuturkan bahwa Sedekah Bumi menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
“Kami berharap melalui tradisi ini, pertanian warga semakin makmur dan dijauhkan dari hama,” ujarnya.
Dari Ritual ke Momentum Gotong Royong
Selain sebagai kegiatan keagamaan dan adat, Sedekah Bumi juga memperkuat solidaritas antarwarga. Setelah doa, hasil gunungan dibagikan secara sukarela untuk dimasak dan dinikmati bersama.
Menariknya, warga juga menampilkan ikon burung hantu dari sayuran sebagai simbol penjaga sawah. Hewan nokturnal ini dikenal efektif mengurangi populasi tikus yang kerap merusak padi.
Dengan perbaikan saluran irigasi dari Bendungan Rentang yang telah rampung, para petani kini optimistis menghadapi musim tanam berikutnya dengan semangat baru.



Comment