Daerah
Home » Berita » Aksi Protes Meledak di Maja Utara: Warga Pertanyakan Penebangan Pohon dan Hilangnya Bendahara Desa

Aksi Protes Meledak di Maja Utara: Warga Pertanyakan Penebangan Pohon dan Hilangnya Bendahara Desa

Majalengka — Gelombang protes muncul di Desa Maja Utara, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, setelah warga menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan pemerintahan desa. Dua isu utama yang memicu reaksi keras publik yaitu penebangan pohon besar di kawasan lapangan desa tanpa persetujuan warga dan hilangnya bendahara desa yang hingga kini belum ditemukan.

Aksi penyampaian aspirasi berlangsung di Balai Desa dan dihadiri tokoh masyarakat, pemuda setempat, serta warga yang merasa terpanggil untuk meminta kejelasan dan transparansi.

Pohon Jadi Korban: Keputusan Dinilai Sepihak

Penebangan pohon besar yang dianggap sebagai ikon desa telah memunculkan polemik. Warga menilai keputusan tersebut dibuat secara diam-diam tanpa sosialisasi. Pohon-pohon itu selama ini dinilai memiliki fungsi penting sebagai peneduh, identitas kawasan, dan ruang hijau publik.

Selain keberatan atas penebangan, warga juga menyoroti soal transparansi hasil penjualan kayu yang disebut bernilai puluhan juta rupiah.

Pajak Kendaraan Dongkrak PAD Majalengka 2025, Penerimaan Capai Rp83,6 Miliar

Menurut warga, hingga saat ini tidak ada laporan resmi, kuitansi, maupun informasi apakah dana tersebut masuk ke kas desa.

Pemdes Berjanji Hentikan Penebangan dan Lakukan Penanaman Kembali

Kepala Desa Maja Utara akhirnya angkat bicara dan memastikan bahwa penebangan sudah dihentikan. Dari total empat pohon yang direncanakan ditebang, dua telah terlanjur ditebang sementara dua lainnya disetop.

Ia mengatakan pihak desa berkomitmen melakukan reboisasi atau penanaman kembali agar lingkungan desa tetap terjaga. Namun, terkait detail dana penjualan kayu, pihak desa belum memberikan penjelasan rinci.

Bendahara Desa Menghilang: Warga Semakin Curiga

Hanya Hitungan Jam, Polisi Berhasil Bongkar Kasus Pengeroyokan Brutal di Majalengka

Selain masalah pohon, warga juga mempertanyakan keberadaan bendahara desa yang dikabarkan menghilang lebih dari satu bulan. Bendahara desa tersebut disebut menguasai akses keuangan dan sejumlah dokumen penting.

Hilangnya bendahara tanpa keterangan jelas menimbulkan spekulasi liar mengenai pengelolaan dana desa termasuk dana penjualan kayu yang menjadi perdebatan.

Hingga berita ini berkembang, pemerintah desa belum menyampaikan klarifikasi terkait status bendahara maupun kondisi rekening desa.

Warga Minta Audit dan Musyawarah Terbuka

Massa aksi menuntut pemerintah desa segera:

Kebijakan Baru Presiden Prabowo Turunkan Bunga PNM Mekaar 5 Persen, Pelaku UMKM Majalengka Merasa Terbantu

  • Menyampaikan laporan resmi mengenai penebangan pohon dan pengelolaan hasil penjualan.
  • Memberikan kejelasan terkait keberadaan bendahara desa.
  • Melaksanakan musyawarah desa agar kebijakan publik tidak kembali diputuskan secara sepihak.

Tokoh masyarakat meminta agar kasus ini tidak berlarut-larut dan penyelesaian dilakukan dengan terbuka agar kepercayaan publik tidak semakin menurun.

Kontrol Publik di Tingkat Desa Semakin Menguat

Kasus di Maja Utara menjadi contoh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak mereka dalam mengawasi proses pemerintahan desa, terutama terkait dana publik, aset desa, dan kebijakan yang menyangkut kepentingan bersama.

Warga menegaskan bahwa mereka akan terus memantau langkah pemerintah desa hingga persoalan diselesaikan dan informasi terbuka untuk umum.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *