Polres Majalengka
Home » Berita » Begal Berpura-Pura Jadi Penumpang Grab, Driver Ojol Diserang di Majalengka

Begal Berpura-Pura Jadi Penumpang Grab, Driver Ojol Diserang di Majalengka

MAJALENGKA – Kasus kejahatan dengan modus transportasi online kembali terjadi di Kabupaten Majalengka. Seorang pria nekat melakukan aksi begal dengan berpura-pura menjadi penumpang Grab, lalu menyerang pengemudi ojek online menggunakan senjata tajam.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Kertajati dan mengakibatkan pengemudi ojol mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh. Aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku tidak lama setelah kejadian.

Berawal dari Orderan Grab

Korban diketahui bernama Anggoro Eko Setyanto (34), pengemudi ojek online asal Jakarta Selatan. Saat itu, korban menerima pesanan Grab dari pelaku seperti perjalanan pada umumnya.

Setelah bertemu, pelaku menawarkan perjalanan di luar aplikasi dengan imbalan Rp800 ribu untuk tujuan Cikarang menuju Sumedang. Tanpa menaruh curiga, korban menyetujui kesepakatan tersebut.

Namun, saat kendaraan melintas di jalan sepi Desa Mekarmulya, situasi berubah drastis. Pelaku meminta korban menghentikan kendaraan, lalu mengeluarkan pisau dan mengancam akan melukai korban.

KIM Perkuat Arah Pembangunan Majalengka, Bupati Eman Beberkan Capaian Strategis Daerah

Korban Melawan, Pelaku Menusuk

Korban mencoba melawan dan mempertahankan diri. Pelaku kemudian melakukan penusukan yang menyebabkan luka di bagian leher, dada, perut, serta tangan korban. Meski terluka, korban masih mampu berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Warga segera mendatangi lokasi dan memberikan bantuan. Pelaku memilih melarikan diri sebelum berhasil membawa kendaraan korban.

Pelaku Ditangkap, Polisi Beri Peringatan

Polres Majalengka akhirnya berhasil menangkap pelaku berinisial AS (21), warga setempat. Polisi kini menahan pelaku dan menjeratnya dengan pasal pencurian dengan kekerasan serta penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara.

Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi transportasi online untuk selalu mengutamakan keselamatan, tidak menerima perjalanan di luar aplikasi, serta segera melapor jika menghadapi situasi mencurigakan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa modus kejahatan terus berkembang, dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk mencegah korban berikutnya.

Satlantas Polres Majalengka Bangun Budaya Tertib Lalu Lintas Lewat Edukasi Rambu untuk Anak Usia Dini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *