Majalengka
Home » Berita » Majalengka Perluas Gerakan Pilah Sampah, 26 Bank Sampah Unit Jadi Garda Terdepan

Majalengka Perluas Gerakan Pilah Sampah, 26 Bank Sampah Unit Jadi Garda Terdepan

MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka memperluas gerakan pilah sampah melalui pengoperasian 26 Bank Sampah Unit (BSU) di desa-desa. Program ini dirancang untuk memperkuat reduksi sampah dari hulu, sekaligus membangun budaya pengelolaan limbah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Langkah strategis tersebut diperkenalkan dalam rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Pemerintah daerah menegaskan bahwa solusi persoalan sampah tidak cukup hanya di hilir, tetapi harus dimulai dari rumah tangga sebagai sumber utama timbulan sampah.

Reduksi dari Hulu Jadi Prioritas

Tingginya volume sampah harian menjadi tantangan nyata bagi daerah. Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memiliki batas, sehingga pendekatan preventif melalui pemilahan dan pengurangan sejak awal menjadi pilihan paling rasional.

Melalui BSU desa, pemerintah mendorong warga untuk:

Pendekatan ini membantu mengendalikan beban TPA sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Bank Sampah Lebih dari Sekadar Tempat Menabung Sampah

Bank sampah kini berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan. Warga tidak hanya menyetor sampah anorganik, tetapi juga belajar proses pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan ulang.

Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat diolah menjadi komoditas ekonomis. Dampaknya terasa langsung: lingkungan lebih bersih, kesadaran meningkat, dan peluang pendapatan tambahan terbuka.

Imlek 2026 di Majalengka Berlangsung Aman, Polisi Tingkatkan Pengamanan di Titik Strategis

Peran Aktif Masyarakat Diperkuat

Keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi warga. Pemerintah Kabupaten Majalengka menggencarkan edukasi melalui perangkat desa, sekolah, dan kader PKK.

Program EMAS PKK (Emak-Emak Kelola Bank Sampah) menjadi salah satu motor sosial yang diandalkan. Inisiatif ini mendorong keluarga untuk konsisten memilah sampah dari aktivitas sehari-hari.

Manfaat Lingkungan dan Ekonomi Berjalan Seiring

Penguatan BSU memberikan dampak nyata:

✅ Pengurangan volume sampah ke TPA
✅ Lingkungan desa lebih sehat
✅ Budaya 3R semakin kuat
✅ Nilai ekonomi dari sampah terkelola

Model ini menempatkan sampah sebagai sumber daya, bukan sekadar limbah.

Zakat Fitrah Majalengka 2026 Resmi Rp40.000 per Jiwa, Ini Imbauan Bupati untuk Warga

Kesimpulan

Pengoperasian 26 Bank Sampah Unit menandai keseriusan Majalengka dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Fokus pada reduksi dari hulu menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *