Majalengka, Jawa Barat — Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Majalengka, semakin memprihatinkan. Usia operasional yang sudah hampir 30 tahun serta minimnya pengelolaan lingkungan membuat TPA ini menimbulkan risiko serius bagi masyarakat sekitar, mulai dari pencemaran air hingga gangguan kesehatan akibat bau dan air lindi.
Farah Puteri Nahlia, Anggota DPR RI Komisi I, yang meninjau langsung lokasi TPA, menyatakan bahwa pengelolaan saat ini sudah tidak memadai. “TPA Heuleut perlu penanganan segera agar tidak berdampak lebih parah pada lingkungan dan warga sekitar,” ujar Farah.
Warga pun mengeluhkan kondisi TPA yang kian memburuk. Selain bau menyengat, air lindi dari sampah sudah mulai mencemari sumber air bersih. Dari sisi operasional, Pemkab Majalengka hanya memiliki 14 unit truk pengangkut sampah, jauh dari kebutuhan ideal sekitar 30 unit untuk menjamin pengelolaan sampah yang optimal.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa Pemkab sedang mencari solusi jangka panjang dengan melibatkan pemerintah pusat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Koordinasi ini diharapkan bisa menghadirkan pengelolaan TPA yang modern dan ramah lingkungan.
Fokus Perbaikan TPA Heuleut
- Mengurangi Pencemaran Lingkungan – Air lindi yang mencemari sumber air bersih menjadi fokus utama. Selain itu, bau dan risiko kesehatan menjadi perhatian serius pemerintah dan warga.
- Peningkatan Armada dan Infrastruktur – Kekurangan truk pengangkut sampah menjadi kendala besar. Penambahan armada dan fasilitas pengolahan limbah sangat diperlukan.
- Sinergi Pemerintah dan DPR – Pemkab Majalengka bersama DPR RI sepakat menjadikan TPA Heuleut prioritas perbaikan, serta menggandeng KLHK untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
- Dukungan Legislasi – RUU Pengelolaan Perubahan Iklim menjadi salah satu payung hukum yang diharapkan memperkuat pengelolaan limbah dan TPA di tingkat nasional.
Harapan Warga Majalengka
Masyarakat berharap langkah konkret segera dilakukan agar dampak lingkungan, sosial, dan kesehatan dapat diminimalkan. Dengan perhatian serius dari Pemkab Majalengka dan DPR RI, harapannya TPA Heuleut bisa diubah dari kondisi kritis menjadi pengelolaan sampah modern yang aman dan ramah lingkungan.
Menuju Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Langkah perbaikan TPA Heuleut diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah pencemaran, tetapi juga menciptakan sistem pengelolaan sampah yang profesional dan berkelanjutan. Sinergi antara Pemkab Majalengka, DPR RI, dan KLHK menjadi kunci agar TPA ini menjadi contoh pengelolaan lingkungan terbaik di Jawa Barat.


Comment