MAJALENGKA — Pemerintah Kabupaten Majalengka terus memprioritaskan penguatan peran desa dalam menurunkan Angka Tidak Sekolah (ATS) dan meningkatkan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS). Langkah ini menjadi strategi utama Pemkab dalam memperbaiki kualitas pendidikan serta meningkatkan daya saing masyarakat.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa desa harus menjadi pusat data, koordinasi, dan pelaksanaan program pendidikan kesetaraan guna memastikan seluruh warga memiliki akses pendidikan yang merata.
“Setiap desa wajib mendata warga yang masih masuk kategori ATS dan memastikan Dana Desa dapat mendukung program pendidikan kesetaraan. Pendidikan harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Eman.
Desa Dipacu Perkuat Program Pendidikan Kesetaraan
Pemkab Majalengka mendorong desa untuk aktif menggerakkan program Paket B dan Paket C guna membantu masyarakat dewasa yang belum menuntaskan pendidikan formal. Intervensi ini dinilai sangat penting untuk menaikkan capaian pendidikan di tingkat kabupaten.
Pendataan ATS di setiap desa juga menjadi hal wajib agar penanganannya tepat sasaran. Desa memiliki peran besar dalam memberikan pendampingan sekaligus memfasilitasi warga yang ingin melanjutkan pendidikan nonformal melalui PKBM.
Kerja Sama Lintas OPD untuk Tingkatkan RLS
Dalam mempercepat peningkatan RLS, pemerintah daerah melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berkontribusi sesuai tugas masing-masing.
Kolaborasi tersebut meliputi:
- DPMD mengawal pemanfaatan Dana Desa untuk sektor pendidikan.
- DKP3 mengirimkan penyuluh lapangan untuk membantu aktivitas belajar masyarakat.
- Dinas Koperasi & UMKM memberi pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha bagi peserta pendidikan kesetaraan.
Sinergi lintas sektor ini dirancang untuk menggenjot kenaikan RLS Majalengka yang masih berada di angka 7,81 tahun, lebih rendah dari rerata nasional 9,1 tahun.
Kualitas SDM Jadi Fokus Utama Pemkab
Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, H. Muhammad Umar Ma’ruf, menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa ditunda. Rendahnya RLS menunjukkan perlunya percepatan program pembelajaran nonformal agar warga memiliki peluang lebih besar meningkatkan kompetensi.
Pemkab optimis, melalui pendekatan berbasis desa, akses pendidikan akan semakin mudah dijangkau dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Majalengka.
Insiden Kebakaran Jadi Pengingat Penting bagi Warga
Sementara itu, Polsek Jatiwangi bersama tim tanggap cepat melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran rumah yang terjadi baru-baru ini. Meski demikian, kejadian tersebut menambah daftar kasus kebakaran rumah di wilayah perdesaan.
Warga kembali diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat memasak, menggunakan alat listrik, maupun di musim penghujan yang rawan korsleting.


Comment