MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka terus mematangkan agenda peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 yang akan berlangsung pada 11 Februari 2026. Perayaan tahun ini tidak hanya difokuskan pada seremoni, tetapi juga diarahkan sebagai momentum memperkuat kesadaran sejarah dan kebersamaan masyarakat.
Guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana, Pemkab Majalengka menggelar Rapat Pimpinan Khusus (Rapim) yang melibatkan jajaran perangkat daerah serta unsur Forkopimda. Rapat tersebut menjadi forum koordinasi untuk menyusun konsep acara yang tertib, bermakna, dan partisipatif.
Pemkab Tekankan Perayaan yang Membumi
Bupati Majalengka H. Eman Suherman menekankan pentingnya menghadirkan peringatan hari jadi yang membumi dan dekat dengan masyarakat. Ia menilai perayaan Hari Jadi Majalengka harus mampu menyatukan berbagai elemen, sekaligus menjadi ruang refleksi perjalanan panjang daerah.
Menurutnya, nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap sejarah jauh lebih penting dibandingkan kemewahan acara. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar dapat diikuti dan dirasakan oleh masyarakat luas.
Penetapan Sejarah Berdasarkan Arsip Resmi
Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 merujuk pada hasil kajian sejarah yang bersumber dari dokumen Besluit dan Arsip Nasional Republik Indonesia. Berdasarkan catatan tersebut, Kabupaten Majalengka resmi berdiri pada 11 Februari 1840.
Dalam dokumen yang sama, tercatat Raden Arya sebagai bupati pertama yang memimpin Majalengka. Penetapan sejarah ini menjadi landasan resmi pemerintah daerah dalam memperingati hari jadi kabupaten setiap tahunnya.
Ziarah dan Prosesi Jadi Bagian Rangkaian Acara
Selain acara puncak pada 11 Februari, Pemkab Majalengka juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung. Salah satunya adalah ziarah dan doa bersama ke makam para bupati terdahulu di TPU Girilawungan yang dijadwalkan pada 10 Februari 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenang jasa para pemimpin masa lalu sekaligus menanamkan nilai penghormatan terhadap sejarah daerah. Selain itu, direncanakan pula prosesi berjalan kaki bersama dari Pendopo Kabupaten dengan mengenakan busana putih sebagai simbol kesucian niat dan harapan baru bagi Majalengka.
Hari Jadi sebagai Penguat Identitas Daerah
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 diharapkan menjadi sarana memperkuat identitas daerah dan memperkokoh rasa memiliki masyarakat terhadap Majalengka. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen ini sebagai pengingat akan perjuangan masa lalu dan pijakan untuk melangkah ke masa depan.
Dengan konsep perayaan yang sarat nilai sejarah dan kebersamaan, Hari Jadi Majalengka ke-186 diharapkan mampu menjadi momentum positif bagi pembangunan daerah dan persatuan masyarakat.


Comment